Salah satu sesi yang paling seru adalah pengalaman menggunakan transportasi umum, yaitu angkot. Anak-anak belajar menunggu giliran, naik dengan tertib, duduk rapi, serta mendengarkan arahan selama perjalanan.
Bagi sebagian anak, ini adalah pengalaman pertama bepergian bersama teman tanpa didampingi langsung Ayah dan Bunda. Pengalaman ini memberi kesempatan untuk belajar mandiri secara bertahap, tetap dalam pengawasan penuh bunda guru.
Dalam perjalanan, anak juga dikenalkan pada etika sederhana di ruang publik, seperti berbicara dengan suara pelan, menghormati penumpang lain, dan menjaga kebersihan. Nilai ini penting untuk membangun perilaku sosial yang baik sejak dini.
Guru memanfaatkan momen ini untuk mengajak anak mengamati lingkungan sekitar. Anak belajar mengenali rute, arah, dan tanda visual sederhana, sehingga kemampuan orientasi ruang mereka ikut terstimulasi.
AULIA Preschool merancang kegiatan ini untuk menumbuhkan kemandirian anak saat mengikuti aktivitas di luar rumah. Anak dilatih beradaptasi dengan lingkungan baru, mengikuti aturan bersama, dan berani mencoba hal baru dengan rasa aman.
Kemandirian pada usia dini bukan berarti melakukan semua hal sendiri, tetapi kemampuan mengenali kebutuhan diri, meminta bantuan dengan tepat, dan menyelesaikan tantangan sederhana dengan percaya diri.
Melalui aktivitas berkelompok, anak-anak juga belajar bekerja sama, saling menunggu, dan memberi dukungan kepada teman. Kebiasaan positif ini memperkuat fondasi sosial-emosional dalam keseharian mereka di sekolah maupun rumah.
Ketika anak diberi kesempatan praktik langsung, proses belajar menjadi lebih bermakna karena mereka mengalami sendiri, bukan hanya mendengar penjelasan.
Artikel ini disusun oleh RupaKarsa AULIA